Thursday, December 15, 2016

Mengupas Sejarah Kotabaru Yogyakarta : Holland Kecilnya Jogja

Kali ini Info Travel Jogja akan membahas tentang Kotabaru, Yogyakarta. Ada apa emang di Kotabaru ? Simak info selanjutnya !
Perjalanan Kotabaru
Perjalanan Kotabaru
Kotabaru Yogyakarta, nama sebuah kelurahan di Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Kotabaru ini memiliki jalan yang besar, taman dengan pohon – pohon besar dan juga tanaman buah. Dengan model yang seperti itu, sepertinya Kotabaru sedang dipersiapkan untuk menjadi Garden City. Kotabaru dibangun sebagai daerah pemukiman Indische bagi orang Belanda pada waktu pembangunan wilayah Kotabaru atau dahulu disebut dengan Nieuwe Wijk. Pada sekitar tahun 1920 an jumlah orang Belanda yang menetap di Jogja semakin bertambah, karena sedang masa berkembangnya industry gula dan meningkatnya ketertarikan dengan pendidikan dan kesehatan. Karena jumlah orang Belanda yang semakin banyak, pembangunan rumah – rumah hunian baru semakin dipercepat.


jalanan Kotabaru
Jalanan Kotabaru

Kotabaru Jogja dibuat sebagai kota yang mandiri. Karena setiap bangunan yang berada di tempat ini memiliki akses yang mudah untuk dijangkau. Hal ini bisa dilihat dari model jalan yang saling terhubung . di Kotabaru tidak ada gang sempit seperti gang – gang di daerah lainnya. Perencanaan wilayah ini konsepnya seperti konsep yang diterapkan di Belanda, Konsep Radial. Untuk bangunan bersejarahnya, di Kotabaru banyak ditemukan bangunan – bangunan peninggalan dari Belanda.

Daftar Bangunan Bersejarah di Kotabaru Jogja

1.       Gereja Santo Antonius Kotabaru :
Dahulu bernama Gereja Santo Antonius Van Padua.
Gereja Santo Antonius Kotabaru
Gereja Santo Antonius Kotabaru
2.       Kantor Asuransi Jiwasraya :
Dahulu rumah dari salah satu pegawai asuransi Nill Maatschappij. Kemudian pada masa pendudukan Jepang digunakan untuk tempat tinggal perwira tinggi angkatan bersenjata Jepang. Seteah Jepang kalah melawan Sekutu, tempat ini digunakan untuk perundingan pelucutan senjata oleh Muhammad Saleh Bardosono dengan Butaico Mayor Otsuka pada tanggal 6 Oktober 1945.
3.       SMA Bopkri 1 :
Dahulu digunakan sebagai gedung Christelijke MULO dan Akademi Militer.

SMA Bopkri 1
SMA Bopkri 1
4.       Gedung SMP 5 :
Dahulu digunakan untuk NormalSchool.

SMPN5
SMPN5
5.       Gedung SMAN 3 :
Dahulu digunakan sebagai AMS.

SMAN3 Jogja
SMAN3 Jogja
6.       Gedung Kolese Santo Ignatius :
Dahulu merupakan kantor Kementrian Pertahanan dan Kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.
7.       Gedung Bimo :
Bangunan besar dengan konsep art deco tahun 1920 – 1930.
8.       gedung bekas Kementrian Luar Negeri di simpul jalan menuju jembatan Gondolayu.
9.       Rumah Brigjen Katamso di sebelah timur Stadion Kridosono.
10.  Bangunan yang sekarang digunakan sebagai kantor Dinas Pariwisata .
11.   Bangunan gardu listrik.

Untuk menghargai para pahlawan yang berjuangan ketika peristiwa Serangan Kotabaru 7 Oktober 1945, nama jalan di seluruh wilayah Kotabaru menggunakan nama – nama pahlawan tersebut.  Kotabaru sangat mudah dijangkau. Dari Tugu Yogyakarta – ke arah selatan – Jalan Pangeran Mangkubumi – jalan menurun ambil jalur kiri ke arah Kotabaru. Mengambil jalur ke kanan akan menuju Malioboro.

Cek Maps yukk !


No comments:

Post a Comment