Showing posts with label bangunan. Show all posts
Showing posts with label bangunan. Show all posts

Friday, December 16, 2016

Taman Sari, Bangunan Indah Bersejarah Masa Penjajahan



               




              
       

         Siapa yang tak kenal dengan nama Taman Sari? Ya, bangunan indah ini berada di kota Yogyakarta tepatnya berada di sebelah selatan Keraton Yogyakarta. Karena keindahannya wisatawan lokal maupun mancanegara masih ramai mengunjung tempat ini. Taman sari memiliki sejarah yang panjang. Ingin tahu?

           Taman Sari jika dilihat dari penamaannya terdiri dari dua kata yaitu taman dan sari yang berarti indah. Jadi Taman Sari adalah taman indah yang terletak di belakang keraton. Jika dilihat dari awal pembangunannya, bangunan Taman Sari kental akan bangunan model Eropa. Mengapa demikian? Itu karena Taman Sari dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I dan selesai pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono II dan yang menjadi arsitektur adalah seorang Portugis. Tetapi walaupun arsitektur seorang Portugis juga tidak lepas dari nuansa Jawa.


              Pada masanya Taman Sari digunakan sebagai tempat peristirahatan. Selain digunakan sebagai tempat istirahat, Taman Sari juga digunakan untuk banteng pertahanan. Hal itu dapat dilihat dari tembok yang mengelilingi kompleks Taman Sari. Di dalam Taman Sari, pada salah satu ruangan terdapat terowongan yang konon terowongan tersebut adalah jalan penghubung antara Keraton Yogyakarta dan Pantai Parangkusumo. 

Tuesday, December 13, 2016

3 Fakta Benteng Vredeburg Jogja


            Benteng Vredeburg merupakan salah satu benteng peninggalan masa penjajahan Belanda di Indonesia tepatnya di daerah Yogyakarta. Benteng Vredeburg terletak di kawasan wisata Malioboro. Apabila melewati jalan Malionoro dari arah utara maka banteng ini terletak di sebelah kiri Jalan Malioboro. Tetapi apakah kalian tahu fakta-fakta tersembunyi dari Benteng Vredeburg Jogja ini? Lebih jelasnya akan dibahas di bawah ini.
            Fakta pertama, Benteng Vredeburg ini merupakan saksi perjalanan sejarah perlawanan masyarakat Yogyakarta melawan penjajah Belanda. Benteng ini dibangun untuk melindungi pemukiman Belanda yang ada di Yogyakarta dari masyarakat Jogja. Sebelum dibangun banteng ini merupakan bunker.
            Fakta kedua, pada salah satu tempat di Benteng Vredeburg ini terdapat Meriam yang diarahkan ke Keraton Yogyakarta. Tujuan dari diarahkan Meriam ke Keraton adalah untuk berjaga-jaga apabila suatu saat Sultan dan prajuritnya melakukan perlawanan/menentang Belanda pada masa itu.

            Fakta ketiga, bentuk bangunan Benteng Vredeburg awalnya hanya sederhana yaitu bujur sangkar yang semua sudutnya dibuat tempat penjagaan. Baru pada tahun 1765 Benteng Vredeburg mengalami perubahan bentuk seperti banteng yang terletak di Eropa. 

Tuesday, November 29, 2016

Misteri-Misteri Keraton Yogyakarta

Misteri-Misteri Keraton Yogyakarta


 

            Keraton Yogyakarta merupakan salah satu bangunan bersejarah yang berada di kota Jogja. Keraton Yogyakarta merupakan pusat pemerintahan pada masanya. kini Keraton Yogyakarta juga mulai dugunakan sebagai tempat wisata. Karena Keraton Yogyakarta saat ini dibuka untuk wisatawan, image Keraton Yogyakarta yang awalnya angker, menakutkan, perlahan mulai pudar. Letak keraton Yogyakarta tidak jauh dari Jalan Malioboro. Tetapi dibalik kokohnya Keraton Yogyakarta terdapat misteri yang belum banyak diketahui orang.

            Misteri pertama Keraton Yogyakarta, Keraton Yogyakarta selalu dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul jika sedang melakukan kegiatan atau hajatan. Konon apabila Keraton Yogyakarta akan melakukan hajatan Sultan harus meminta ijin atau doa restu kepada Ratu Pantai Selatan ini. Hal ini dikuatkan dengan adanya bangunan yang berupa sumur yang terletak di barat Keraton Yogyakarta yang diyakini sebagai tempat bertemunya Sultan dan Nyi Roro Kidul.

            Misteri kedua, yakni abdi dalem yang setia. Meski abdi dalem di keraton Yogyakarta hanya digaji Rp 5000/bulan tetapi mereka tetap setia kepada Keraton Yogyakarta. Bukan materi yang dicari tetapi kesetiaan yang lebih penting. Salah satunya adalah Mbah Maridjan yaitu juru kunci Gunung Merapi.

        Misteri ketiga, Tugu Mangkubumi yang digunakan pintu gerbang utama menuju Keraton Yogyakarta. Tugu Mangkubumi diyakini oleh sebagian orang menjadi pintu gerbang utama untuk menuju Keraton Yogyakarta karena letaknya yang satu poros dengan Keraton. 

Tuesday, November 22, 2016

3 Fakta Tugu Jogja, Ikon bersejarah Kota Jogja






          Yogyakarta yang dikenal masyarakat sebagai kota wisata dan budaya mempunyai banyak sekali tempat wisata bersejarah. Tak jarang orang berkunjung ke Jogja hanya untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut. Ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Yogyakarta setiap tahunnya. Salah satu bangunan bersejarah yang ada di Kota Yogyakarta adalah tugu yang juga sebagai ikon kota ini. Tugu Jogja ternyata mempunyai banyak fakta yang mungkin orang belum banyak mengetahuinya. Berikut ini adalah fakta-fakta Tugu Jogja.

            Fakta pertama, Tugu Jogja dibuat pertama kali oleh raja Yogyakarta sekaligus pendiri keraton Yogyakarta yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Pada saat awal berdirinya, bangunan ini menggambarkan manunggaling kawula gusti, semangat persatuan untuk melawan penjajah.

            Fakta Kedua, Tugu Golong Gilik atau nama lain dari bangunan ini merupakan batas utara dari Kota Yogyakarta. Tugu merupakan penanda batas wilayah kota Jogja dan Kabupaten Sleman yang berada di utara bangunan ini, Sedangkan selatan Tugu Jogja merupakan wilayah Kota Madya Yogyakarta.

            Fakta Ketiga, Bangunan ini digunakan sebagai patokan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono untuk melakukan meditasi agar tepat mengarah ke Gunung Merapi. Menurut mitos Tugu Yogyakarta, Laut Selatan, Keraton, dan Gunung Merapi memiliki posisi yang sejajar membentuk garis lurus.

            Itulah beberapa fakta tentang Tugu Yogyakarta yang sebenarnya masih banyak sekali fakta tentang bangunan bersejarah ini. Yang paling penting kita harus menjaga bangunan bersejarah ini, jangan sampai bangunan ini rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.